
Salah satu sunnah yang dianjurkan dalam puasa adalah sahur. Sahur memiliki keutamaan dan merupakan persiapan fisik sebelum kita berpuasa. Berikut bebera Keutamaan sahur:
Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.”
(HR. Ahmad No. 11003, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Imam Nawawi berkata bahwa bentuk keberkahan makan sahur di antaranya adalah karena waktu itu orang bangun, ada dzikir dan do’a pada waktu mulia tersebut. Saat itu adalah waktu diturunkannya rahmat serta diterimanya doa dan istighfar. (Syarh Shahih Muslim, 9: 182).
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Salah satu ciri khas puasa umat Islam adalah melakukan sahur.
Rasulullah SAW bersabda:
“Pembeda antara puasa kita dan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim).
Keutamaan sahur ini menekankan pentingnya menjaga sunnah ini, baik dengan makanan yang sederhana maupun secukupnya, karena esensinya adalah mengikuti petunjuk Rasulullah SAW serta memperoleh berkah dalam menjalankan ibadah puasa.