
MAGELANG – Komitmen mendukung keberlangsungan pendidikan Islam terus diwujudkan Alfalah Foundation melalui program beasiswa bagi santri dan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Magelang. Pada tahun ajaran 2026/2027, yayasan tersebut mengalokasikan bantuan pendidikan sebesar Rp314,5 juta bagi 101 santri dan 14 musyrif dari 14 pondok pesantren mitra.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Ufuk Umrah & Haji sekaligus unit bisnis Shafa Inc, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Sabtu (17/10/2026).
Pimpinan Alfalah Foundation, M. Azis Dwi Nugroho, menjelaskan bahwa program beasiswa ini merupakan salah satu langkah yayasan dalam memperluas akses pendidikan bagi santri sekaligus meningkatkan kapasitas para pendamping di lingkungan pesantren.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak sekadar meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muslim yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
“Alfalah Foundation hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan Islam, terutama untuk menjaga keberlanjutan pendidikan, menguatkan para pendidik, dan menyiapkan generasi penerus,” ungkap Azis.
Ia menegaskan, yayasan memiliki visi membangun generasi muslim yang rabbani serta melahirkan ulama yang memiliki pemahaman agama secara mendalam atau faqih. Visi tersebut menjadi landasan dalam menjalankan berbagai program pendidikan dan pemberdayaan pesantren.
Pada tahun ajaran ini, bantuan pendidikan diberikan kepada 101 santri yang menempuh pendidikan mulai tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Mereka berasal dari 14 pondok pesantren yang menjadi mitra Alfalah Foundation di Kabupaten Magelang.
Selain santri, yayasan juga memberikan dukungan kepada 14 musyrif atau pengasuh pesantren. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pengabdian di pesantren.
Azis menjelaskan bahwa keberadaan musyrif memiliki peran penting dalam mendampingi santri dan menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan para pengasuh juga menjadi perhatian yayasan.
Dengan total alokasi Rp314,5 juta, bantuan beasiswa disalurkan secara bertahap selama 10 bulan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga santri memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi para pengasuh untuk meningkatkan kompetensinya.
Berdasarkan profil program yayasan, besaran bantuan pendidikan bagi santri berkisar antara Rp250.000 hingga Rp600.000 per bulan, menyesuaikan ketentuan program yang berlaku.
Alfalah Foundation merupakan yayasan yang lahir dari kepedulian sekelompok anak muda terhadap pengembangan pendidikan Islam. Yayasan ini berada di bawah naungan Yayasan Alfalah Alir Faidah dan tumbuh dari ekosistem usaha Ufuk Umrah & Hajj serta Shafa Inc.
Dengan mengusung semangat “Bersinergi dan Bertumbuh Bersama”, Alfalah Foundation berupaya mempertemukan potensi dunia usaha, masyarakat, dan lembaga pendidikan pesantren dalam sebuah kolaborasi yang memberikan manfaat jangka panjang.
Pendanaan program beasiswa dihimpun melalui dukungan sejumlah unit usaha, di antaranya Biro Umrah Ufuk, Toko MAC Archery, Fixdin Apparel, dan Ibriiz Gold, serta sumbangan dari jamaah umrah Ufuk.
Azis menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting agar dukungan terhadap pendidikan Islam dapat berjalan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, aktivitas usaha diharapkan tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.
“Kami mendorong Alfalah sebagai perantara keberkahan usaha dan masa depan pendidikan Islam. Artinya, hasil usaha tidak sebatas bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga mendukung pendidikan santri dan menyiapkan generasi penerus,” tuturnya.
Program beasiswa Alfalah Foundation telah berjalan sejak tahun ajaran 2023/2024. Secara rutin, program tersebut menjangkau 101 santri dan 14 musyrif atau musyrifah dari 14 pesantren mitra.
Ke depan, yayasan berencana memperluas kontribusinya melalui program kaderisasi ulama. Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengirimkan seorang kader untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir.
Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon ulama yang memiliki kedalaman ilmu agama, wawasan luas, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam.
Azis berharap, keberadaan program beasiswa dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi santri, pengasuh pesantren, dan masyarakat. Dukungan yang diberikan diharapkan tidak hanya membantu penerima menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menumbuhkan generasi yang kelak mampu meneruskan perjuangan dakwah dan pengabdian kepada umat.