
Magelang – Alfalah Foundation resmi merampungkan agenda tahunan yang digelar di Kantor Ufuk Umrah & Hajj, Dusun Bentingan, Partemono, Mungkid (16/8). Dalam forum ini, pihak yayasan menyampaikan laporan penyaluran, evaluasi program tahun 2025, serta rencana pengembangan beasiswa tahun depan.
Alfalah Foundation dan Sinergi Unit Bisnis
Alfalah Foundation merupakan wadah sosial di bawah naungan beberapa unit bisnis, yaitu Ufuk Umrah & Hajj, MAC Archery (toko alat panah), dan Qalbeat (channel YouTube Muratal). Sinergi antara unit bisnis ini menjadi penopang utama keberlangsungan program beasiswa yang setiap tahun digulirkan.
“Program ini dibangun bukan karena dana sudah tersedia, melainkan dimulai dari niat khidmat sosial, kemudian dana dicari dan diusahakan bersama,” demikian disampaikan pihak yayasan.
Total Penyaluran Rp325 Juta
Selama periode ini, Alfalah Foundation menyalurkan dana sebesar Rp325.350.000 (tiga ratus dua puluh lima juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) untuk mendukung pendidikan santri serta musyrif/asatidz.
Meski angka tersebut belum mencapai target Rp415.000.000, pihak yayasan menegaskan bahwa capaian ini tetap menjadi bukti nyata kepedulian di tengah tantangan bisnis yang sedang dihadapi.
Perwakilan Alfalah Foundation, Yudhi Wiratmoko, menyampaikan:
“Beasiswa ini adalah bukti komitmen kami untuk berkhidmat semaksimal mungkin demi kemaslahatan umat.”
“Kami menyadari kebutuhan para santri dan asatidz terus bertambah. InsyaAllah, tahun depan nominal beasiswa akan kami naikkan kembali sesuai kemampuan, agar manfaatnya lebih dirasakan luas,” Tambahnya
Daftar Penerima Beasiswa
Adapun penerima beasiswa tahun ini mencakup 97 santri dari berbagai pondok pesantren dan sekolah Islam:
Catatan Diskusi dan Rencana ke Depan
Hasil diskusi dalam agenda ini menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dengan unit bisnis penopang Alfalah Foundation. Selain itu, komunikasi antara manajemen sekolah dan pondok pesantren, terutama yang dikelola secara terpisah, perlu terus ditingkatkan agar program berjalan optimal.
Untuk tahun depan, Alfalah Foundation memastikan kuota penerima tetap, yakni 100 santri dan 10 musyrif/asatidz. Hanya saja, ada kemungkinan penyesuaian nominal sekitar Rp50.000–Rp100.000 per orang, menyesuaikan komposisi penerima SD–SMP dan SMA. Dari 10 musyrif/asatidz tahun lalu, 5 orang telah lulus atau resign, sehingga tersedia 5 kuota baru.
Dengan capaian dan komitmen tersebut, Alfalah Foundation berharap sinergi dengan pondok pesantren dan lembaga pendidikan tetap terjalin erat, sehingga program beasiswa terus menjadi bagian nyata dari dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia.