
Menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan 1447 H (perkiraan pertengahan Februari hingga pertengahan Maret 2026), calon jamaah Umroh diimbau memahami kondisi cuaca di Tanah Suci, khususnya di kota-kota utama seperti Makkah dan Madinah, yang akan menjadi tujuan ibadah Umroh dan puasa. Informasi ini penting agar jamaah dapat mempersiapkan fisik, pakaian, dan kesehatan dengan lebih baik sebelum keberangkatan. Berdasarkan kalender Hijriyah dan perhitungan astronomis, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan bertepatan dengan akhir musim dingin menuju awal musim semi di Arab Saudi.
Kota Madinah: Menjadi wilayah yang paling dingin. Suhu harian di siang hari diperkirakan berkisar antara 18°C – 26°C, sementara pada malam hari dan menjelang Subuh suhu dapat merosot hingga 8°C – 16°C. Angin dingin Siberian High diprediksi akan membuat suasana di pelataran Masjid Nabawi terasa lebih menusuk.
Kota Makkah: Udara akan terasa sangat nyaman untuk aktivitas fisik. Suhu siang hari berkisar antara 24°C – 32°C (jauh di bawah suhu musim panas yang bisa mencapai 45°C). Di malam hari, suhu udara akan tetap sejuk di angka 18°C – 23°C, sangat ideal untuk pelaksanaan Tawaf, Sa’i, dan Tarawih.
Informasi ini diharapkan dapat membantu jamaah untuk lebih bijak mempersiapkan diri dalam menjalani ibadah Umroh dan puasa di bulan Ramadhan 2026 yang diperkirakan berada pada akhir musim dingin hingga awal musim semi dengan suhu yang relatif bersahabat.