Umroh Hemat Hotel Dekat bersama Ufuk Umroh melayani dengan sepenuh hati Meraih ibadah umrah sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
Umroh Hemat Hotel Dekat bersama Ufuk Umroh melayani dengan sepenuh hati Meraih ibadah umrah sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
29 Jul 2026 Artikel

Inilah Panduan Lengkap Thawaf Sesuai Sunnah

Thawaf merupakan salah satu momen paling emosional dan spiritual bagi setiap muslim yang menginjakkan kaki di Tanah Suci. Melihat jutaan umat manusia bergerak dalam satu ritme yang sama mengelilingi Ka’bah memberikan pesan mendalam tentang kesetaraan dan ketauhidan kepada Allah SWT.

Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk ibadah Haji atau Umrah, memahami seluk-beluk ibadah ini sangatlah penting. Berikut adalah panduan lengkap mengenai pengertian, macam-macam, hukum, syarat sah, tata cara, hingga bacaan saat melakukan Thawaf.

1. Pengertian Thawaf

Secara bahasa (etimologi), kata thawaf berasal dari bahasa Arab thaafa – yathaafu – thaawafan yang berarti mengelilingi suatu benda.

Sedangkan secara istilah (terminologi) syariat, Thawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah (Baitullah) sebanyak tujuh kali putaran. Gerakan ini dimulai dari titik sudut Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama, dengan posisi Ka’bah selalu berada di sebelah kiri jamaah (berputar berlawanan arah jarum jam).

2. Hukum Thawaf

Hukum pelaksanaan Thawaf berbeda-beda tergantung pada jenis ibadah yang sedang dilakukan:

  • Rukun: Artinya wajib dilakukan dan tidak sah ibadah Haji atau Umrahnya jika ditinggalkan, serta tidak bisa diganti dengan dam (denda). Contoh: Thawaf Ifadhah pada haji dan Thawaf Umrah.

  • Wajib: Harus dilakukan, namun jika terlewat (karena udzur syar’i), ibadah tetap sah tetapi wajib membayar dam. Contoh: Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan).

  • Sunnah: Dianjurkan untuk dilakukan kapan saja selama berada di Makkah untuk mendapatkan pahala tambahan, dan tidak ada denda jika tidak dilakukan.

3. Macam-Macam Thawaf

Ada lima macam Thawaf yang dikenal dalam ibadah Islam, yaitu:

  1. Thawaf Qudum: Thawaf “selamat datang” yang disunnahkan bagi jamaah yang baru tiba di kota Makkah, sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah.

  2. Thawaf Ifadhah (Thawaf Ziarah): Rukun ibadah haji yang wajib dilaksanakan setelah jamaah kembali dari wukuf di Arafah.

  3. Thawaf Umrah: Bagian dari rukun ibadah Umrah yang menjadi syarat sahnya umrah tersebut.

  4. Thawaf Wada’: Thawaf perpisahan yang wajib dilakukan ketika jamaah hendak meninggalkan Makkah untuk kembali ke tanah air.

  5. Thawaf Sunnah (Thawaf Tathawwu): Thawaf yang dapat dilakukan kapan pun di luar rangkaian ibadah Haji dan Umrah, sebagai amal ibadah tambahan.

  6. Thawaf Nazar: Thawaf yang wajib dilakukan karena seseorang telah bernazar (berjanji) untuk melakukannya.

4. Syarat Sah Thawaf

Agar Thawaf dinilai sah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yang secara umum mirip dengan syarat sah shalat:

  • Suci dari Hadas dan Najis: Jamaah harus memiliki wudhu dan suci dari hadas kecil maupun besar, serta pakaian dan badannya bersih dari najis.

  • Menutup Aurat: Ketentuan aurat sama seperti saat melaksanakan shalat.

  • Memulai dan Mengakhiri di Hajar Aswad: Putaran dihitung satu kali ketika jamaah melewati garis lurus Hajar Aswad.

  • Posisi Ka’bah di Sebelah Kiri: Gerakan berputar harus berlawanan dengan arah jarum jam.

  • Dilakukan Sebanyak 7 Putaran: Putaran harus genap tujuh kali dengan yakin. Jika ragu, ambil jumlah bilangan yang paling sedikit.

  • Di Dalam Masjidil Haram: Dilakukan di sekeliling Ka’bah, tetapi harus di luar area Ka’bah (tidak boleh memotong jalan melewati dalam area Hijir Ismail).

5. Tata Cara Pelaksanaan Thawaf

Untuk memastikan ibadah berjalan lancar dan sesuai sunnah, berikut adalah langkah-langkah praktis dalam melaksanakan Thawaf:

  1. Berwudhu dan Menutup Aurat: Pastikan diri dalam keadaan suci sebelum memasuki area thawaf (Mataf). Bagi laki-laki yang melakukan thawaf umrah/qudum, disunnahkan memakai kain ihram dengan cara Idhthiba’ (membuka bahu kanan).

  2. Menuju Garis Awal (Hajar Aswad): Berjalanlah menuju sudut Hajar Aswad. Garis ini biasanya sejajar dengan lampu hijau yang ada di dinding masjid.

  3. Melakukan Istilam: Menghadap Hajar Aswad, kemudian menciumnya jika memungkinkan. Jika kondisi padat, cukup menyentuhnya dengan tangan lalu mencium tangan tersebut, atau sekadar memberi isyarat mengangkat tangan (melambai) dari jauh sambil bertakbir.

  4. Memulai Putaran: Mulailah berjalan dengan Ka’bah berada di sebelah kiri Anda.

  5. Lari-Lari Kecil (Ramal): Khusus bagi jamaah laki-laki pada thawaf umrah atau thawaf qudum, disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama. Sisa 4 putaran dilakukan dengan berjalan biasa.

  6. Melewati Rukun Yamani: Saat sampai di sudut sebelum Hajar Aswad (Rukun Yamani), disunnahkan untuk mengusapnya (tanpa mencium). Jika tidak bisa dijangkau, cukup berjalan terus tanpa perlu memberi isyarat tangan.

  7. Menyelesaikan 7 Putaran: Lakukan putaran secara berturut-turut hingga genap tujuh kali dan berakhir kembali di sudut Hajar Aswad.

  8. Shalat Sunnah Thawaf: Setelah selesai 7 putaran, disunnahkan menuju ke belakang Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.

  9. Meminum Air Zamzam: Usai shalat, sangat dianjurkan untuk meminum air Zamzam dan berdoa.

6. Bacaan dan Doa Saat Thawaf

Pada dasarnya, Rasulullah SAW tidak menetapkan doa khusus atau baku untuk setiap putaran Thawaf. Jamaah dibebaskan untuk membaca zikir, tasbih, tahmid, istighfar, membaca Al-Qur’an, atau memanjatkan doa menggunakan bahasa masing-masing.

Meski begitu, ada beberapa sunnah bacaan yang sangat dianjurkan:

Saat Memulai Putaran (di Hajar Aswad):

Disunnahkan untuk mengangkat tangan (atau mencium Hajar Aswad jika mampu) sambil membaca:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

“Bismillahi, Allahu Akbar”

(Dengan nama Allah, Allah Maha Besar).

Di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad:

Pada setiap putaran, ketika jamaah berjalan di antara sudut Rukun Yamani menuju Hajar Aswad, disunnahkan membaca “Doa Sapu Jagat”:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaaban-naar.”

(Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka).

Mempersiapkan diri dengan ilmu manasik yang benar adalah kunci meraih ibadah yang mabrur dan maqbul. Bersama Travel Ufuk, mari wujudkan perjalanan spiritual ke Tanah Suci yang nyaman, terencana dengan baik, dan tentu saja senantiasa selaras dengan tuntunan sunnah. Hubungi tim kami untuk menemukan paket perjalanan ibadah yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Artikel Lainnya

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *