
paketBanyak orang bertanya tentang berapa hari perjalanan Umroh ke tanah suci. Hal tersebut wajar, apalagi seseorang ada keterikatan pekerjaan dan harus menyesuaikan dengan masa cuti. Artikel ini memberikan gambaran lama perjalanan yang biasa dilakukan selama Umroh.
Umroh 9 hari merupakan paket standar dan banyak dipilih karena lebih murah dan cocok bagi pekerja kantoran. Gambaran umum sebagai berikut.
Pembagian Waktu: 2 hari perjalanan (PP) + 3 hari di Madinah + 4 hari di Makkah.
Kelebihan: Harga lebih terjangkau, tidak perlu mengambil cuti kerja terlalu lama.
Kekurangan: Jadwal sangat padat, waktu istirahat sedikit, kurang direkomendasikan bagi lansia yang memiliki keterbatasan fisik.
Secara terperinci pembagian hari di tanah suci sebagai berikut
Hari 1: Keberangkatan Berkumpul di bandara keberangkatan di Indonesia. Penerbangan menuju Arab Saudi (biasanya mendarat di bandara Madinah atau Jeddah, lalu lanjut bus ke Madinah). Check-in hotel dan istirahat.
Hari 2: Memaksimalkan Ibadah di Madinah Fokus ibadah di Masjid Nabawi. Mengunjungi Raudhah (area mustajab untuk berdoa) dan berziarah ke makam Rasulullah SAW serta para sahabat (Abu Bakar dan Umar).
Hari 3: Ziarah Kota Madinah (City Tour) Mengunjungi tempat bersejarah di Madinah: Masjid Quba (salat dua rakaat di sini pahalanya seperti umrah), Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Khamsah, dan berbelanja di kebun/pasar kurma.
Hari 4: Menuju Makkah & Pelaksanaan Umrah Pertama Bersiap mengenakan kain ihram dari hotel di Madinah. Perjalanan darat menuju Makkah. Singgah di Biar Ali (Dzulhulaifah) untuk mengambil Miqat (niat umrah).
Hari 5: Ibadah Mandiri di Makkah Acara bebas. Jemaah dianjurkan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram (salat lima waktu berjamaah, tawaf sunnah, membaca Al-Qur’an).
Hari 6: Ziarah Kota Makkah & Umrah Kedua City tour Makkah melewati Jabal Tsur, Padang Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, dan Jabal Nur (Gua Hira). Bagi yang ingin melaksanakan umrah kedua (membadalkan keluarga yang sudah wafat), bisa mengambil miqat di Ji’ranah.
Hari 7: Ibadah Mandiri di Makkah Waktu bebas untuk fokus beribadah di Masjidil Haram, berbelanja oleh-oleh, atau beristirahat.
Hari 8: Tawaf Wada’ & Kepulangan Melaksanakan Tawaf Wada’ (tawaf perpisahan) sebelum meninggalkan Makkah. Perjalanan darat menuju bandara Jeddah. Proses imigrasi dan penerbangan kembali ke Indonesia.
Hari 9: Tiba di Tanah Air Tiba di bandara Indonesia. Rangkaian perjalanan umrah selesai.
Paket 12 hari ini deal karena memberikan keseimbangan antara biaya, kenyamanan, dan kesempatan beribadah.
Pembagian Waktu: Biasanya ada tambahan 1-2 malam ekstra di Makkah atau Madinah.
Kelebihan: Waktu istirahat jauh lebih cukup. Jemaah bisa beribadah ke masjid dengan lebih rileks tanpa terburu-buru jadwal city tour. Sangat direkomendasikan untuk jemaah keluarga atau lanjut usia.
Kekurangan: Biaya lebih mahal dari pada paket 9 hari.
Waktu 12 hari sangat ideal untuk lansia, jemaah yang membawa anak kecil, atau mereka yang tidak ingin terburu-buru. Secara terperinci sebagai berikut
Hari 1: Keberangkatan Penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi.
Hari 2 – 4: Eksplorasi & Ibadah di Madinah (Lebih Lama) Jemaah memiliki waktu 3 hari penuh di Madinah. Selain mengunjungi Raudhah dan city tour standar seperti di paket 9 hari, jemaah memiliki banyak waktu luang untuk salat Tahajud, beristirahat memulihkan fisik pasca-penerbangan, atau mengikuti kajian di Masjid Nabawi.
Hari 5: Melaksanakan Umrah Pertama di Makkah Mandi ihram, mengambil Miqat di Biar Ali, perjalanan ke Makkah, dan melaksanakan ibadah wajib Umrah. Pelaksanaan umrah lebih ringan dirasakan jamaah.
Hari 6 – 9: Makkah (Ritme Lebih Santai) Jemaah memiliki waktu 4 hari penuh di Makkah.
Waktu untuk ziarah kota (Arafah, Mina, dll) bisa dilakukan lebih santai.
Kesempatan untuk melakukan Umrah Sunnah lebih banyak (bisa mengambil Miqat di Ji’ranah atau Tan’im di hari yang berbeda).
Waktu belanja tidak mengganggu waktu ibadah wajib.
Hari 10: Ibadah Mandiri & Persiapan Memaksimalkan ibadah di Masjidil Haram dan mulai mengepak barang bawaan.
Hari 11: Tawaf Wada’ & Kepulangan Melaksanakan Tawaf Wada’, perjalanan ke Jeddah, lalu penerbangan pulang.
Hari 12: Tiba di Tanah Air Tiba di Indonesia.
Paket umrah dengan durasi 14 hari, 16 hari, bahkan hingga 30 hari umumnya dirancang untuk tujuan yang berbeda dibandingkan paket reguler 9 atau 12 hari. Durasi yang lebih panjang ini secara khusus dialokasikan untuk memberikan waktu ekstra bagi jemaah dalam mengikuti program tambahan atau memanfaatkan momen spesial selama perjalanan.
Salah satu alasan utama adanya paket umroh berdurasi panjang adalah pelaksanaan umroh pada bulan Ramadhan.
Banyak jamaah ingin merasakan suasana ibadah selama bulan suci di Makkah dan Madinah, seperti:
Karena tingginya minat tersebut, travel sering menyediakan paket 14 hari, 16 hari, 20 hari, bahkan hingga 30 hari agar jamaah dapat menikmati lebih banyak waktu beribadah selama Ramadhan.
Durasi yang lebih panjang juga banyak ditemukan pada program Umroh Plus, yaitu umroh yang dikombinasikan dengan kunjungan ke negara lain yang memiliki nilai sejarah Islam maupun destinasi wisata unggulan.
Beberapa program yang populer antara lain:
Selain beribadah di Tanah Suci, jamaah diajak mengunjungi berbagai destinasi bersejarah di Turki, seperti:
Program ini biasanya berdurasi 12–16 hari.
Program ini menggabungkan perjalanan umroh dengan kunjungan ke Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam dan salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk dikunjungi.
Jamaah biasanya juga mengunjungi:
Durasi perjalanan umumnya 12–15 hari.
Selain umroh, jamaah dapat mengunjungi berbagai situs bersejarah di Mesir, seperti:
Program ini biasanya berlangsung antara 12 hingga 16 hari.