
Ka’bah adalah kiblat umat Islam dan pusat dari ibadah haji serta umrah. Bagi para tamu Allah yang akan berangkat ke Tanah Suci, mengenali bagian-bagian Ka’bah bukanlah sekadar wawasan sejarah, melainkan panduan penting untuk memaksimalkan ibadah.
Setiap sudut dan bagian Ka’bah memiliki nilai historis dan keutamaan (fadilah) yang luar biasa, di mana doa-doa mustajab dipanjatkan. Berikut adalah bagian-bagian utama Ka’bah beserta dalil dan keutamaannya.
Hajar Aswad terletak di sudut timur Ka’bah dan menjadi titik awal serta akhir dari putaran Tawaf. Batu ini memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam.
Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda mengenai asal-usul Hajar Aswad:
نَزَلَ الحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ Artinya: “Hajar Aswad turun dari surga, batu tersebut lebih putih dari susu, lalu dosa-dosa anak Adamlah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR. Tirmidzi no. 877)
Keutamaan: Menyentuh dan mencium Hajar Aswad (jika mampu dan tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain) adalah sunnah. Selain itu, mengusap Hajar Aswad diyakini dapat menghapus dosa-dosa.
Maqam Ibrahim bukanlah kuburan, melainkan batu pijakan yang digunakan oleh Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS. Bekas telapak kaki beliau masih tercetak pada batu tersebut dan kini dilindungi dengan selubung kaca dan kuningan.
Dalil: Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى Artinya: “Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat.” (QS. Al-Baqarah: 125)
Keutamaan: Disunnahkan bagi jamaah untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim setelah selesai menyelesaikan tujuh putaran Tawaf.
Hijr Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran yang terletak di sebelah utara Ka’bah. Area ini dikelilingi oleh tembok pendek (Al-Hatim). Pada masa pembangunannya, kaum Quraisy kehabisan dana yang halal, sehingga bagian ini tidak ikut dimasukkan ke dalam bangunan kubus Ka’bah.
Dalil: Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ karena ingin shalat di dalam Ka’bah. Beliau bersabda:
صَلِّي فِي الْحِجْرِ إِذَا أَرَدْتِ دُخُولَ الْبَيْتِ، فَإِنَّمَا هُوَ قِطْعَةٌ مِنَ الْبَيْتِ Artinya: “Shalatlah di Hijr (Ismail) jika engkau ingin masuk ke dalam Ka’bah, karena sesungguhnya ia adalah bagian dari Ka’bah.” (HR. Abu Daud no. 2028 dan Tirmidzi no. 876)
Keutamaan: Shalat dan berdoa di dalam area Hijr Ismail memiliki keutamaan yang sama dengan shalat di dalam Ka’bah. Ini adalah tempat yang sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa.
Multazam adalah dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Jaraknya sekitar 2 meter. Ini adalah salah satu tempat paling istimewa di Masjidil Haram.
Dalil: Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata:
الْمُلْتَزَمُ مَوْضِعٌ يُسْتَجَابُ فِيهِ الدُّعَاءُ، وَمَا دَعَا اللَّهَ فِيهِ عَبْدٌ دَعْوَةً إِلَّا اسْتَجَابَهَا Artinya: “Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidaklah seorang hamba berdoa kepada Allah di tempat tersebut melainkan Allah akan mengabulkannya.” (Disebutkan dalam berbagai atsar sahabat)
Keutamaan: Multazam adalah tempat yang sangat mustajab untuk berdoa. Banyak jamaah yang berusaha menempelkan dada, pipi, dan kedua tangan di area ini sambil menangis memohon ampunan kepada Allah.
Rukun Yamani adalah sudut Ka’bah yang menghadap ke arah Yaman. Sudut ini adalah rukun (sudut) yang dilewati jamaah tepat sebelum rukun Hajar Aswad dalam putaran Tawaf.
Dalil: Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ مَسْحَ الرُّكْنِ الْيَمَانِي وَالرُّكْنِ الْأَسْوَدِ يَحُطُّ الْخَطَايَا حَطًّا Artinya: “Sesungguhnya mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad dapat menghapus dosa-dosa.” (HR. Ahmad no. 5600)
Keutamaan: Disunnahkan untuk mengusap (tanpa mencium) Rukun Yamani jika memungkinkan. Saat berjalan dari Rukun Yamani menuju Hajar Aswad, sangat dianjurkan membaca doa sapu jagat: Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adhaban-nar.
Terletak di bagian atas Ka’bah, mengarah ke area Hijr Ismail. Talang ini berfungsi untuk membuang genangan air dari atap Ka’bah saat hujan turun.
Keutamaan: Banyak ulama menyebutkan bahwa berdoa di bawah Mizab ar-Rahmah (di dalam area Hijr Ismail) sangat dianjurkan, mengingat air yang turun dari atap Ka’bah melambangkan rahmat dan keberkahan dari Allah ﷻ.
Kesimpulan Mengenal detail bagian-bagian Ka’bah tidak hanya akan menambah kekhusyukan, tetapi juga membantu jamaah menempatkan diri dan doa di tempat-tempat yang telah dijanjikan kemuliaannya oleh Allah dan Rasul-Nya.
Semoga Allah memudahkan langkah kita semua untuk beribadah di Baitullah dan menerima segala amal ibadah kita. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.