Umroh Hemat Hotel Dekat bersama Ufuk Umroh melayani dengan sepenuh hati Meraih ibadah umrah sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
Umroh Hemat Hotel Dekat bersama Ufuk Umroh melayani dengan sepenuh hati Meraih ibadah umrah sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
8 Des 2025 Artikel

Berapa Jumlah Rakaat Tarawih di Masjidil Haram?

Shalat Tarawih adalah ibadah yang dikerjakan khusus pada malam Ramadan sebagai bentuk qiyam dan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Dalam sejarah dan praktik umat Islam, jumlah rakaat Tarawih yang dikenal luas adalah 11 rakaat dan 23 rakaat. Perbedaan ini sering muncul, namun seluruh ulama sepakat bahwa Tarawih adalah ibadah yang longgar (tawassu’) dan jumlah rakaatnya tidak dibatasi secara kaku.

Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah raka’at tertentu. Shalat malam adalah shalat nafilah (yang dianjurkan), termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja boleh mengerjakan sedikit raka’at. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan banyak.” (At Tamhid, 21/70)

Berikut kami berikan dalil-dalil tentang jumlah rakaat sholat tarawih baik yang berjumlah 11 maupun 23 rakaat.

Dalil Tarawih 11 Rakaat 

Dalil utama digunakan oleh ulama yang menganjurkan Tarawih 11 rakaat adalah hadis ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan,

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)

Dalil diatas adalah dasar sebagian umat Islam mengerjakan Sholat tarawih dengan 11 Rakaat, dan itu merupakan cintih dari Rasulullah SAW.

Dalil Tarawih 23 Rakaat

Al Kasaani mengatakan, “’Umar mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan qiyam Ramadhan lalu diimami oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu Ta’ala ‘anhu. Lalu shalat tersebut dilaksanakan 20 raka’at. Tidak ada seorang pun yang mengingkarinya sehingga pendapat ini menjadi ijma’ atau kesepakatan para sahabat.”
Ad Dasuuqiy dan lainnya mengatakan, “Shalat tarawih dengan 20 raka’at inilah yang menjadi amalan para sahabat dan tabi’in.”

Riwayat tarawih 23 rakaat berasal dari Sahabat Umar dan banyak sahabat yang menjalankannya.

Berapa Jumlah Rakaat Tarawih di Masjidil Haram?

Masjidil Haram tahun 2025 melaksanakan Tarawih dengan 10 rakaat dan ditutup witir 3 rakaat, jadi jumlah nya adalah 13 rakaat. Sebelumnya Masjidil haram melaksanakan sebanyak 23 Rakaat (20 tarawih dan 3 witir).

Untuk Ramadan 1446 H / 2025 M, otoritas pengelola Masjidil Haram menetapkan bahwa Tarawih berjamaah akan dilakukan sebanyak 10 rakaat, disusul dengan 3 rakaat Witir. Untuk Ramadhan 1447 H / 2026 belum kita ketahui keputusan terbaru. Untuk Ramadan 2026 (1447 H), Shalat Tarawih di Masjidil Haram kemungkinan besar akan tetap mengikuti kebijakan beberapa tahun terakhir, yaitu 10 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir (total 13 rakaat).

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *