
Berbuka puasa merupakan momen yang istimewa setelah seharian berpuasa. Dalam Islam berbuka puasa memiliki panduan dan adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, yang sesuai dengan tuntunan syariat. Berikut panduan berbuka puasa sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.
Ketika adzan Maghrib berkumandang, itu adalah tanda waktu berbuka telah tiba. Pada saat ini, seseorang dianjurkan untuk segera berbuka. Jangan sampai menunda, meskipun dia merasa kuat untuk melanjutkan puasanya, karena menyegerakan berbuka adalah bagian dari sunnah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih
Sebelum meminum atau makan, disunnahkan untuk membaca Bismillah. Setelah meminum beberapa teguk dan memakan beberapa kurma atau snack. Berikut doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Daud)
Waktu yang mustajab dalam berdoa salah satunya ketika Berbuka Puasa. Jangan sampai terlewatkan momen tersebut untuk memohon kepada Allah untuk urusan dunia maupun akhirat.
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Saat waktu berbuka tiba, penting bagi kita untuk mengendalikan diri. Jangan sampai nafsu makan yang besar menguasai, sehingga kita berlebihan dalam menyantap makanan. Usahakan makan dan minum sewajarnya
Allah Swt Berfirman
Artinya: Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf 31)
Berdoalah sesudah makan, sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi)
Demikian panduan berbuka puasa sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah. Semoga dapat menjadi pedoman bagi kita dalam berbuka puasa.