Umroh Hemat Hotel Dekat bersama Ufuk Umroh melayani dengan sepenuh hati Meraih ibadah umrah sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
Umroh Hemat Hotel Dekat bersama Ufuk Umroh melayani dengan sepenuh hati Meraih ibadah umrah sempurna dengan kondisi prima dan bahagia.
17 Des 2025 Artikel

Panduan Tata Cara I’tikaf Sesuai Sunnah

I’tikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Ibadah ini memiliki keutamaan besar karena dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ dan dilakukan secara rutin hingga akhir hayat beliau. Namun, agar i’tikaf bernilai ibadah dan sesuai tuntunan, penting bagi seorang muslim untuk memahami cara i’tikaf yang benar sesuai sunnah, bukan sekadar berdiam diri di masjid tanpa tuntunan yang jelas.

Dalil I’tikaf

وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللّهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُون

Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Dalam hadis Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beriktikaf 10 hari terakhir di bulan Ramadan hingga Allah mewafatkannya, kemudian istri-istri beliau beriktikaf setelah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu I’tikaf

I’tikaf bisa dilakukan sepanjang Ramadhan, tetapi lebih afdhal dilakukan 10 hari terahir bulan Ramadhan. Sebagaimana Hadits Rasulullah Saw.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari dan Muslim).

Beberapa point penting berkaitan dengan waktu i’tikaf

  1. I’tikaf boleh dilakukan Siang hari maupun malam hari (dianjurkan oleh ulama malam hari)
  2. Seseorang bisa i’tikaf 24 jam penuh, atau hanya setiap malam dan siangnya lanjut bekerja
  3. I’tikaf boleh dilakukan meskipun hanya sebentar di masjid
  4. I’tikaf dilakukan di masjid

Amalan ketika melakukan I’tikaf

  1. Sholat Sunnah seperti tahiytul masjid, sholat lail dan lainnya
  2. Membaca Al Qur’an
  3. Perbanyak Dzikir
  4. dan amalan lain yang mendatangkan pahala

Yang diperbolehkan selama I’tikaf

  1. Keluar masjid karena kondisi darurat atau hajat lain yang harus dilakukan, misal mandi, makan atau lainya yang tidak bisa dilakukan di masjid
  2. Berbicara dengan orang lain

Hal yang Membatalkan I’tikaf

  1. Keluar masjid tanpa keperluan syari dan tidak mendesak
  2. Berhubungan suami dan istri (jima)

Hal yang perlu Dihindari selama I’tikaf

  1. Banyak Ngobrol
  2. Banyak main HP
  3. Mengganggu jamaah

Semoga artikel tersebut bisa membantu anda yang ingin melaksanakan I’tikaf.

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *